Tampilkan postingan dengan label testosterone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label testosterone. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 April 2010

Kedelai Tidak Meningkatkan Kadar Testosterone

Sebuah studi di Jepang menunjukkan bahwa kedelai selain menurunkan kadar estrogen, juga menurunkan kadar testosterone. Genistein, sebuah zat yang terdapat didalam kedelai inilah yang menjadi penyebabnya. Genistein menurunkan kadar testosterone dengan cara menekan produksi di testis dan juga menghancurkan testosterone di liver. Hal ini bukan berarti anda dilarang mengkonsumsi kedelai ataupun olahannya yang memiliki banyak nilai positifnya, hanya, jangan mengkonsumsinya secara berlebihan.


Susu Kedelai

Kamis, 08 Mei 2008

Film mempengaruhi kadar testosterone

Penelitian di Michigan University, menunjukkan kadar testosterone pada pria akan meningkat ketika mereka menonton film kekerasan, sedangkan menonton drama romantis akan meningkatkan hormon yang berhubungan dengan relaksasi dan reproduksi. Disamping itu, kadar testosterone akan tetap stabil ketika pria menonton film dokumenter.

Testosterone biasanya lebih sering dikaitkan dengan keagresifan. Hasil penelitian pada pria, setelah menonton film kekerasan, kadar testosterone meningkat sekitar 30%. Kadar testosterone menjadi turun ketika menonton film yang bertema tentang cinta. Nah lho! Sebaliknya, pada wanita testosterone mengalami penurunan ketika menonton film kekerasan.


Penelitian ini juga mengatakan bahwa kadar testosterone bisa berubah setiap saat, hal ini dipengaruhi oleh kestabilan emosi, dan juga kebiasaan. Oleh karena itu, jangan jadikan artikel ini sebagai anjuran untuk terlalu sering melihat film kekerasan. Kadang2 film romantis juga perlu koq :)



Stay healthy friends!

Efek positif injeksi testosterone

Sebuah jurnal medik di Inggris, menunjukkan pemakaian testosterone (injeksi) dapat meningkatkan massa otot dan menurunkan kadar lemak secara bersamaan. Jurnal medik ini berdasarkan penelitian yang melibatkan 2 grup yaitu, grup training (non injeksi) dan grup non training (memakai injeksi).

Terdapat hasil yang tidak mengejutkan disini, yaitu bahwa kadar testosterone pada grup non training (injeksi) jauh lebih tinggi daripada kadar testosterone group training (non injeksi). Kadar testosterone yang tinggi inilah yang meningkatkan massa otot dan menurunkan kadar lemak secara bersamaan.

Dari sini dapat diketahui hanya dengan mengandalkan injeksi (tanpa training) sudah dapat meningkatkan massa otot dan menurunkan kadar lemak secara bersamaan; apalagi jika dikombinasikan dengan training. So, silahkan pakai logika dan nurani anda untuk menentukan pilihan anda sendiri.



Keep Train Harder!

Sabtu, 26 April 2008

Persamaan wanita dengan kriminalis

Anda tahu apa kesamaan antara wanita yang maskulin, kriminalis, tentara di medan pertempuran, dan supporter sepakbola? Potongan rambut cepak? Salah. Berotot? Hampir benar. Jawabannya adalah mereka sama-sama memiliki kadar testosterone yang tinggi. Penelitian di Universitas Georgia,yang dipimpin oleh psikolog sosial, Dabbs PhD, menemukan bahwa orang yang termasuk golongan diatas memiliki kadar testosterone yang sangat tinggi. Kadar testosterone mereka 10-20% diatas rata-rata orang normal. Sekedar diketahui, kadar testosterone normal berkisar antara 630ng/dL. Mereka memiliki karakteristik yang sama, yaitu: agresif, berbadan tebal, dan sangat fokus. Dabbs juga menambahkan “Memiliki kadar testosterone normal sangat penting untuk memelihara otot, gairah seksual, dan fungsi otak”.


Seorang peneliti yang lain, Goldberg M.D., di Dallas juga mengatakan bahwa 8-12 juta pria memiliki kadar testosterone yang rendah dan 95% dari mereka tidak mengetahuinya. Apakah anda termasuk dari bagian ini? Belum tentu anda tidak termasuk didalamnya. Mungkin anda masih muda, karena anda masih dibawah 30 tahun, tapi jangan lantas mengira bahwa anda pasti tidak memiliki masalah dengan testosterone anda. Penelitian menunjukkan bahwa pada akhir usia 20-an, pria mengalami penurunan kadar testosterone. Banyak sekali yang bisa menyebabkan kadar testosterone mengalami penurunan, spt. stress yang berlebihan, penyakit, rokok, alkohol, obat-obatan, tidak suka berolahraga, atau bahkan olahraga yang berlebihan.
Sampai saat ini, cara tercepat dan teraman untuk mengembalikan kadar testosterone ke kadar yang semula hanya melalui resep dokter. Tetapi, biasanya ada efek samping, spt. iritasi, rasa sakit disuntik, operasi plastik, atau bahkan melalui oral yang berbahaya bagi liver.

Sebenarnya, ada cara aman untuk mengembalikan kadar testosterone ke kadar semula, yaitu cara alamiah, yang akan sy bahas di artikel yang selanjutnya..



Stay healthy friends!

Jumat, 28 Maret 2008

Testosterone, Jari telunjuk, dan Jari manis

Suatu survei tentang hubungan jari telunjuk dan jari manis telah diadakan untuk mengetahui kadar testosterone dan estrogen pada pria dan wanita. Lebih dari 100 orang pria dan wanita terlibat dalam survei yang dipimpin ahli psikologi, Dr Mark Brosnan. Hasil survei menunjukkan bahwa orang yang mengajar ilmu sains seperti matematika dan fisika cenderung memiliki jari telunjuk yang lebih panjang dari jari manis mereka, yang menjadi pertanda tingginya level estrogen. Biasanya, para pria memiliki kadar testosterone yang lebih tinggi daripada wanita, akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi para ilmuwan pria di University of Bath, kadar testosterone dan estrogen mereka menyerupai kadar testosterone dan estrogen pada wanita.

Survei ini juga menemukan bahwa pria yang memiliki jari manis yang lebih panjang daripada jari telunjuknya, cenderung menekuni bidang sosial seperti psikologi dan pendidikan. Studi yang dilakukan oleh Dr Brosnan juga menunjukkan bahwa para wanita yang menekuni bidang sosial cenderung memiliki kadar testosterone yang tinggi.

Kesimpulan dari hasil survey ini, yaitu kadar testosterone dan estrogen dapat mempengaruhi manusia dalam menentukan karir mereka dan ini dapat ditunjukkan melalui panjang jari mereka.

Recent Comments